Tak pernah kutahu seburuk apa;
Tapi kudengar itu ada.
Kelakuan kriminal yang membuatku ngeri dan marah
Karena merampas perkembangan
Pada bagiannya yang paling bernas
Takpernah kutahu seberapa sakit;
Memar dan luka tak tampak.
Dan mengapa di situ titik pada garis kehidupan,
Penyiksaan brutal harus kau tanggung
Tak pernah kutahu seperti apa perasaanmu;
Kau seperti tak puya kehendak.
Yang kutahu kau tak kemana-mana,
Tak pernah sempat kau ungkapkan perasaanmu.
Tak pernah kutahu sesuatu yang bisa kulakukan;
Yang mungkin bisa membantu barang sedikit.
Sebab yang kaubutuhkan cuma seorang sahabat;
Siapa pun yang mau menjadikanmu sahabat.
Tetapi sekarang aku tahu
Bahwa aku bisa berbuat sesuatu;
Bahkan membuat sesuatu jadi lain.
Aku akan tegak bersamamu;
Aku akan berteriak bersamamu,
Maka orang-orang lain tak mungkin lagi berkata.
“Tak pernah kutahu.”
(Cindy M. Adams)